
Bu Angku,
masihkah kau huni ebe-ae yang dulu?
masihkah kau urusi wamdabu,
amanat adat atas keperempuananmu,
untuk memenuhi kewajiban upacara,
atawa membayar mahar,
manakala suami kawin lagi,
masihkah?...
Itulah yang menyebabkanku luka,
mengiringi jabatan tanganku,
kala pamitan meninggalkan Kurulu,
meninggalkan mu yang melengos tersipu...
Belakangan,
di penghujung abad ini,
lagi-lagi tersiar kabar kalian tertangkar musibah lapar,
ya ampun, lapar!...
(Kisah tentang pergulatan perempuan suku Dani yang harus menanggung beban perasaan sekaligus mahar bagi suaminya yang akan menikah lagi, kisah tentang kelaparan, dan pergumulan mengolah lahan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar