adalah sebuah rangkaian catatan-catatan kehidupan yang lahir dari mata pena nalar anak manusia...
Tampilkan postingan dengan label seksualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seksualitas. Tampilkan semua postingan
Minggu, Desember 11, 2011
Jenis Kelamin, Gender dan Pendeta Agama di Sulawesi Selatan, Indonesia
Ditulis oleh Sharyn Graham.
Dialihbahasakan oleh Ilham Kamazka Btara Sahadia.
Sebuah kelompok tertentu berperan sebagai pendeta di tengah suku Bugis di Sulawesi Selatan. Bissu digambarkan sebagai sosok berkelamin ganda yang membawa unsur perempuan dan laki-laki. Bagi siapa saja yang tertarik dalam studi jenis kelamin dan gender, suku Bugis, kelompok etnis terbesar di Sulawesi Selatan, menawarkan lembaran kanvas yang sangat kaya untuk penelitian.
Selama beberapa tahun terakhir saya telah melakukan penelitian antropologi mengenai ide-ide dan ragam gender di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pada awalnya saya mengenal gender pria dan wanita saja, namun ketika tiba saya menyadari bahwa gender di Sulawesi Selatan jauh lebih kompleks dari itu. Pada suku Bugis di Sulawesi Selatan, terdapat setidaknya empat identitas gender yang diakui ditambah identitas kelima yaitu 'para-gender'. Selain laki-laki (oroane) dan perempuan (makunrai)
Label:
bissu,
gender,
seksualitas,
waria
Jumat, April 30, 2010
Waria dan Posisi Dilematisnya di Masyarakat
A. Latar Belakang
Sepanjang sejarah berbagai masyarakat di Kepulauan Nusantara, konstruksi sosial gender senantiasa beraneka ragam, tidak melulu lelaki dan perempuan saja. Individu yang terlahir sebagai lelaki biologis tidak semuanya tunduk pada konstruksi gender lelaki secara sosial-budaya. Mereka memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya, dan masyarakat pun dengan berbagai derajat penerimaan mengenali mereka sebagai banci (Melayu), bandhu (Madura), calabai (Bugis), kawe-kawe (Sulawesi umumnya), wandu (Jawa) dan istilah-istilah lainnya yang belum semuanya dikenali bahkan oleh para peneliti gender dan seksualitas pun
Sepanjang sejarah berbagai masyarakat di Kepulauan Nusantara, konstruksi sosial gender senantiasa beraneka ragam, tidak melulu lelaki dan perempuan saja. Individu yang terlahir sebagai lelaki biologis tidak semuanya tunduk pada konstruksi gender lelaki secara sosial-budaya. Mereka memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya, dan masyarakat pun dengan berbagai derajat penerimaan mengenali mereka sebagai banci (Melayu), bandhu (Madura), calabai (Bugis), kawe-kawe (Sulawesi umumnya), wandu (Jawa) dan istilah-istilah lainnya yang belum semuanya dikenali bahkan oleh para peneliti gender dan seksualitas pun
Label:
dilema,
gender,
seksualitas,
wacana,
waria
Minggu, Maret 21, 2010
Sebuah Makalah Seksualitas
MEMPERJUANGKAN HAK ASASI MANUSIA
BERDASARKAN IDENTITAS GENDER DAN SEKSUALITAS DI INDONESIA*
Oleh Dédé Oetomo
Pendiri dan Anggota Dewan Pembina, Yayasan GAYa NUSANTARA
doetomo@gmail.com
Kompleksitas Seks, Gender dan Seksualitas: Perspektif Teoretik
Ilmu pengetahuan biomedik maupun psikososiokultural makin lama makin paham akan kerumitan dan keanekaragaman seks (biologis), (identitas dan ekspresi) gender dan seksualitas (orientasi, pilihan, ekpresi atau tindak/perilaku seksual) kita manusia. Sekarang kita tahu bahwa kita tidak hanya dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga sebagai berbagai tipe interseks, dan bahwa pembagian ketiganya pun tidak selalu rapi
BERDASARKAN IDENTITAS GENDER DAN SEKSUALITAS DI INDONESIA*
Oleh Dédé Oetomo
Pendiri dan Anggota Dewan Pembina, Yayasan GAYa NUSANTARA
doetomo@gmail.com
Kompleksitas Seks, Gender dan Seksualitas: Perspektif Teoretik
Ilmu pengetahuan biomedik maupun psikososiokultural makin lama makin paham akan kerumitan dan keanekaragaman seks (biologis), (identitas dan ekspresi) gender dan seksualitas (orientasi, pilihan, ekpresi atau tindak/perilaku seksual) kita manusia. Sekarang kita tahu bahwa kita tidak hanya dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga sebagai berbagai tipe interseks, dan bahwa pembagian ketiganya pun tidak selalu rapi
Label:
biseks,
gay,
lesbian,
seksualitas,
transeksual,
transgender,
waria
Kamis, Desember 24, 2009
Individualisasi dalam Pemikiran Foucault

FOUCAULT adalah fenomena zaman. Kehidupan dan pemikirannya unik dan menarik dicermati tidak hanya dalam satu perspektif. Di samping multiperspektif, dengan membaca Foucault kita juga akan mendapatkan akar pemahaman yang cukup utuh mengenai problem-problem kemanusiaan dewasa ini. Ketekunannya meneliti arsip-arsip klasik mengenai kegilaan, seks, sado-masokisme dan penjara sekaligus keterlibatannya dalam kehidupan nyata para pelaku aktivitas tersebut melahirkan pemikiran besar tentang discourse, pengetahuan, kekuasaan, dan selanjutnya individualisasi yang belum dipikirkan orang sezaman
Label:
diskursus,
filsafat,
seksualitas,
wacana
Langganan:
Postingan (Atom)
Mahmed Pujangga
Mata Pena Nalar selalu berkisah tentang kita, kehidupan kita, dan hanya kita...