adalah sebuah rangkaian catatan-catatan kehidupan yang lahir dari mata pena nalar anak manusia...
Jumat, April 30, 2010
Pendekatan Efektif Dalam Proses Negosiasi
Pengantar Ilmu Negosiasi
Mind, Soul and Spirit
terbang tinggi, riuh rendah, atau tenggelam...
namun tak mati...
setahuku, itu yang kau percaya!
Coretan2 Luka
1. Pada akhirnya semua akan terbiasa melaluinya,
dan kita hanya akan kembali pada satu titik yangg sejajar..
2. Setiap keberakhiran adalah awal keberadaan,
dan keberakhiran selalu ditemukan di awal keberadaan..
3.Tak ada yang abadi..
Tak ada yang kekal..
Semua keberadaan pasti akan musnah..
4.Jika semua keberadaan pasti akan musnah, maka keberadaan adalah tidak kekal dan abadi..
Bagaimana dengan pemilik keberadaan? Bukankah DIA-pun ADA.
Season II
1. Kebohongan mampu membunuh lebih cepat dari bisa ular!
Dusta membuat tangisan mengalirkan tangis yang teramat sangat deras,
dan pada akhirnya air mata akan berganti darah!
2.Lalu suatu saat kau akan membayar kebohongan itu!!!
3.Pada satu waktu...
dikehidupanku yang lain,
aku menjelma menjadi sang lain,
dan aku akan terus menerus mengejarmu,
hingga kau tak sanggup lagi untuk berlari.
4.Jika telah tiba saat itu, kau akan memohon padaku,
untuk segera membunuhmu, dengan cara yang sama!
Season III
1.Bila perlu,
akan kuminta satu tempat untuk kita berdua di neraka!
hanya kita berdua..
2.Agar kita tak mengotori surga karena dendam-dendam kita yang kini telah bernanah.
Season IV
1.Kita tahu, jalan pintas menuju surga adalah melewati neraka!
2.Karena surga adalah tujuan kita.
Sayang terbuang (lagi miskin ide untuk menulis note... hehehe)
Waria dan Posisi Dilematisnya di Masyarakat
Sepanjang sejarah berbagai masyarakat di Kepulauan Nusantara, konstruksi sosial gender senantiasa beraneka ragam, tidak melulu lelaki dan perempuan saja. Individu yang terlahir sebagai lelaki biologis tidak semuanya tunduk pada konstruksi gender lelaki secara sosial-budaya. Mereka memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya, dan masyarakat pun dengan berbagai derajat penerimaan mengenali mereka sebagai banci (Melayu), bandhu (Madura), calabai (Bugis), kawe-kawe (Sulawesi umumnya), wandu (Jawa) dan istilah-istilah lainnya yang belum semuanya dikenali bahkan oleh para peneliti gender dan seksualitas pun
Wanita-wanita Pencuci Mobil
Di Indonesia perhatian terhadap peningkatan peran perempuan dalam pembangunan jelas tercantum dalam GBHN TAP MPR RI (1993 : 106) yakni perempuan sebagai warga negara maupun sebagai sumber daya insani pembangunan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam pembangunan di segala bidang. Sehubungan dengan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa wanita sebagai warga negara seperti halnya laki-laki memiliki hak dan kewajiban untuk menyukseskan jalannya pembangunan. Dengan kata lain bahwa pernyataan yang tercantum dalam GBHN 1993,
Kamis, April 15, 2010
Surat untuk Putri...
Begitulah sang waktu. Meskipun indah, kita tak bisa menolak mereka akan meninggalkan kita. Mereka akan pergi. Entah kapan kita memiliki kesempatan untuk kembali bertemu dengannya... Walaupun kita terus menghujat waktu, sekasar-kasarnya, sekencang-kencangnya, mereka tak bisa mendengar... Dan pada akhirnya, tangisan hanya menjadi jawaban...
Seperti isi surat-suratku untuk putri pisces;
Mahmed:@Naz
"Langit tidak pernah bisa runtuh,
apalagi hanya karena keangkuhannya!
Tahukah kamu, dia hanya secuil cerita di hidupmu,
dia hanya anggukan kecil di ikrar lawasmu,
lalu?? tunggu apalagi??
Berlarilah!!!
Tinggalkan dia!!
eits!!! jangan pernah mencoba melambai kepadanya...
itu saja".
Naz:@Mahmed
"Benar bukan karenanya langit runtuh,
atau "karena-karena" yang kau sebutkan dulu,
tapi karena kejahatannya mengkhianatiku,
langit tak menyukai pengkhianatan,
sebab langit tercipta dari bangunan cinta dan kepercayaan...
Alangkah berdukanya dia melihat perbuatan2 tak hebat,
alangkah kecewanya dia menyaksikan kebodohan2 yang disengaja,
itu yang membuatnya tak bisa lagi bertahan menopang matahari,
itu yang membuatnya runtuh!!!
karena tak ada lagi yang bisa dipercaya...".
Mahmed;@Naz
"Lalu mengapa tak rela kau lepas??
jika kau tahu dia seperti itu??
aku percaya kau bisa...".
Naz:@Mahmed
"Sebab hanya dia yang ku punya..."
Mahmed:@Naz
"Kalian sama saja!!!".
Minggu, Maret 21, 2010
Sebuah Makalah Seksualitas
BERDASARKAN IDENTITAS GENDER DAN SEKSUALITAS DI INDONESIA*
Oleh Dédé Oetomo
Pendiri dan Anggota Dewan Pembina, Yayasan GAYa NUSANTARA
doetomo@gmail.com
Kompleksitas Seks, Gender dan Seksualitas: Perspektif Teoretik
Ilmu pengetahuan biomedik maupun psikososiokultural makin lama makin paham akan kerumitan dan keanekaragaman seks (biologis), (identitas dan ekspresi) gender dan seksualitas (orientasi, pilihan, ekpresi atau tindak/perilaku seksual) kita manusia. Sekarang kita tahu bahwa kita tidak hanya dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga sebagai berbagai tipe interseks, dan bahwa pembagian ketiganya pun tidak selalu rapi
Gender Identity Disorder
Dari sudut psikologi-ilmiah, waria 'condong' digolongkan pada gangguan identitas jenis (gender identity disorders). Gangguan ini ditandai dengan adanya perasaan tidak senang terhadap jenis kelamin. Dengan begitu, ia berperilaku seperti lawan jenisnya
Kamis, Desember 24, 2009
Individualisasi dalam Pemikiran Foucault

FOUCAULT adalah fenomena zaman. Kehidupan dan pemikirannya unik dan menarik dicermati tidak hanya dalam satu perspektif. Di samping multiperspektif, dengan membaca Foucault kita juga akan mendapatkan akar pemahaman yang cukup utuh mengenai problem-problem kemanusiaan dewasa ini. Ketekunannya meneliti arsip-arsip klasik mengenai kegilaan, seks, sado-masokisme dan penjara sekaligus keterlibatannya dalam kehidupan nyata para pelaku aktivitas tersebut melahirkan pemikiran besar tentang discourse, pengetahuan, kekuasaan, dan selanjutnya individualisasi yang belum dipikirkan orang sezaman
Minggu, Oktober 18, 2009
PARADIGMA PERILAKU SOSIAL
“Do ut des”. Saya memberi supaya engkau memberi. Asumsi dasar teori pertukaran ini, menjelaskan hubungan sosial menurut costs and rewards. Pertimbangan untung dan rugi pada teori ini, boleh dianggap memotivasi dan memodifikasi tingkah laku manusia, dalam hubungan sosialnya.
Teori ini telah disinggung oleh beberapa ahli, antara lain:
1. Durkheim (1858-1917), dalam teorinya mengenai solidaritas organis, mengandung suatu proses pertukaran. Pertumbuhan dalam pembagian pekerjaan dan tingkat spesialisasi yang semakin tinggi, mengandung suatu peningkatan dalam besarnya suatu transaksi pertukaran yang terjadi dalam masyarakat. Perilaku kerjasama ini mengandung proses pertukaran.
2. George Simmel (1858-1918), pernah menyatakan bahwa motivasi yang mendorong seseorang berkontak dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan tertentu.
Perkembangan teori pertukaran dimulai dari akarnya, yakni behaviorisme dan
Senin, Oktober 05, 2009
Puisi Etnografi; Luka Sebuah Negeri (Muhammad Junus Melalatoa)

Bu Angku,
masihkah kau huni ebe-ae yang dulu?
masihkah kau urusi wamdabu,
amanat adat atas keperempuananmu,
untuk memenuhi kewajiban upacara,
atawa membayar mahar,
manakala suami kawin lagi,
masihkah?...
Itulah yang menyebabkanku luka,
mengiringi jabatan tanganku,
kala pamitan meninggalkan Kurulu,
meninggalkan mu yang melengos tersipu...
Belakangan,
Aku orang kaya yang tidak kaya.
aku terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan,
tak pernah kekurangan,
malahan mungkin lebih...
Kakekku mantan penguasa di daerahku,
ayahku pimpinan perusahaan terkemuka,
keluargaku besar dan terpandang,
saking besarnya aku tidak mampu mengenali mereka satu per satu.
Semua orang iri kepadaku,
lebih-lebih teman bermain di sekolahku,
kadang aku dijahili oleh mereka,
mainanku habis dicuri dan dihancurkan,
setelah itu aku menangis sehabis-habisnya,
dan tak ada yang mau menolongku.
Aku hanya punya satu sahabat,
yang bernasib sama denganku,
keluarganya juga besar dan terpandang,
sehingga orang-orang pun sering menjahilinya,
hanya saat bersamanya aku bisa tenang.
Suatu hari nanti,
aku ingin punya teman yang banyak,
jika perlu, aku akan membeli mereka!
dan aku tak perlu merasa kesepian lagi,
untuk apa punya uang banyak tapi tak punya teman??
Dirumah,
aku hampir tidak pernah berkomunikasi dengan orang tuaku,
ayahku seharian sibuk bekerja, kadang lembur!
ibuku hanya mengurusi arisan dengan teman-temannya,
hanya sesekali dia mengajakku ke mall untuk menemaninya berbelanja,
jika stok "casing"nya sudah harus di up-date,
kadang aku bertanya, "benarkah dia ibuku??".
Aku sudah lupa bagaimana kebahagiaan itu,
seperti apa rupanya,
baikkah dia? atau kebahagiaan itu memang tak ada,
bisa saja hanya ada di film-film.
Mengapa orang lain iri terhadapku,
justru aku yang seharusnya iri pada mereka,
mereka terlahir normal, aku tidak,
mereka lebih kaya melebihi kekayaan keluarga kami.
Selasa, September 22, 2009
Menikmati surga...
sejenak hanya untuk singgah.. tak lama...
menatap kegemerlapan ruang-ruang maharaja,
keanggunan lantai-lantai bertabur permata,
dari hiasan kemuliaan yang tersusun elok...
Luar biasa!!!
pandai betul pemilik tempat ini,
dekorasi yang menawan disetiap mata memandang,
tak ada seni arsitektur seperti ini diduniaku...
Aku ingin bergegas pulang dan bersiap-siap,
ingin pula ku membuatnya dirumahku,
semoga secepatnya kuselesaikan perjalananku,
menuju "surga-surga" lain yang akan kucicipi keindahannya...
Kamis, September 17, 2009
Antropologi dan Puisi
//Bu Angku, masihkah kau huni ebe-ae yang dulu/masihkah kau urusi wamdabu/amanat adat atas keperempuananmu/untuk memenuhi kewajiban upacara/atawa membayar mahar/manakala suami kawin lagi/masihkah?//Itulah yang menyebabkanku luka/mengiringi jabatan tanganku/kala pamitan meninggalkan Kurulu/meninggalkan mu yang melengos tersipu//Belakangan—di penghujung abad ini/lagi-lagi tersiar kabar kalian tertangkar musibah lapar/ya ampun, lapar!
Scavengers
Dikerutan lingkar wajahmu, telah terbiasa terkoyak dilema hari, disana masih ada tersisa sebongkah semangat membara, meski tak setiap waktu kau bakar, nyalanya tak pernah redup, tak pernah padam, seperti api dikuil-kuil zoroaster, sampai datang sang penyelamat kehidupan, bedanya, kau tak pernah menunggu seseorang untuk menyelamatkanmu...
Jika antropologi menjadi terlalu puitis
Membaca beberapa puisi Afrizal Malna yang ada di tangan saya, segeralah saya teringat akan pengalaman-pengalaman mendengarkan kisah-kisah, atau membaca transkripsi tentang tuturan “primitif” yang ajaib, aneh tapi memukau. Ketegangan begitu ditampilkan dengan loncatan posisi subjek yang tidak biasa. Misalnya dengan membaca 50 Tahun Usia Kuping, subjek dapat berganti-ganti, mulai dari seorang yang melihat kuping di tembok, kuping yang melihat tembok, sampai tembok yang kemudian menyampaikan pesan tentang kuping yang ada dalam dirinya. Afrizal adalah penyair dan saya mewakili banyak orang-orang yang tidak punya kemampuan membangun sebuah syair yang baik. Dalam beberpa kesempatan penelitian di Kalimantan Barat, di suku terpencil dekat perbatasan Sarawak Indonesia
Jumat, September 04, 2009
Seputar perkaderan HUMAN FISIP Unhas
Tetek bengek perkaderan selalu mengundang segudang wacana dan fenomena menarik. Betapa tidak, terdapat berbagai macam model keharuan yang berbeda disana. Apakah tentang kesedihan, tentang air mata, tentang pengorbanan, tentang pengkhianatan, tentang kekonyolan, bahkan tentang sebuah cinta. Namun tak jarang pula tentang konflik yang ketika dibiarkan akan berlangsung panjang tanpa akhir. Entah apakah antar pengurus, antar panitia, antara panitia-pengurus, antara panitia-senior, antara pengurus-senior, bisa jadi antar senior! malahan tak jarang pula antar mahasiswa baru yang tak segan-segan mengimbas pada jalannya proses perkaderan yang tak
Minggu, Agustus 23, 2009
Mimpi
katakanlah negeri antah berantah...
ada satu masa disana yang terasa cepat berlalu,
bagiku...
Beruntung aku punya kesempatan bersamanya,
bersama kejujuran...
bersama kebahagiaan...
bersama keindahan...
disana...
Kalau saja masa itu ada di negeri bawah langit,
aku mungkin tak akan meringkuh dengan kesedihan ini...
Terlalu banyak kemunafikan,
terlalu banyak!!!
Biarkan aku bermimpi kembali,
dengan mimpi yang sama...
Ternyata
kala kupejamkan mata.
Kau brillian...
jika sedang ku bayangkan.
Kau sempurna...
saat ku memimpikanmu.
Kau indah...
ketika jauh.
Ternyata,
Kau menakutkan...
bila sedang bersamaku.