Senin, Juli 26, 2010

PUISI RANGGA DALAM FILM AADC



PUISI I
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku,
kulari ke pantai kemudian teriakku,
sepi… sepi.. dan sendiri aku benci,
aku ingin bingar… aku mau di pasar,
bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau pekat,
seperti berjelaga jika kusendiri...

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,
ada malaikat menyulam jaring laba laba belang di tembok keraton putih,
kenapa tak goyangkan saja loncengnya,
biar terdera,
atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai…??

PUISI II
Perempuan datang atas nama cinta,
bunda pergi karena cinta,
dikenangnya air racun jingga dalam wajahmu,
seperti bulan lelap tidur di hatimu,
yang berdinding kelam dan kedinginan...

Ada apa dengannya?
meninggalkan hati untuk di caci,
lalu skali ini aku lihat karya surga dari mata seorang hawa...

Ada apa dengan cinta?
tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama,
untuk mempertanyakan kembali cintanya,
bukan untuknya,
bukan untuk siapa,
tapi untukku,
karna aku ingin kamu,
itu saja.

Rabu, Mei 26, 2010

Hermeneutik Modern

HERMENEUTIK MODERN,
DARI SAKUTARO KE KUNTOWIJOYO


Apabila kita berbicara tentang teori sastra, khususnya pada masa sekarang ini, selalu yang muncul dalam kepala kita ialah teori yang muncul dan hanya berkembang di Barat. Seakan-akan hanya teori para pakar Barat sajalah yang relevan dan tepat guna dalam menyusun berbagai bentuk kritik sastra dan memahami gejala-gejala sastra. Sering kita lupa bahwa tidak semua teori dari Barat itu siap pakai dan bisa bekerja dengan baik dalam menghadapi gejala-gejala sastra yang timbul di Asia, atau di Indonesia pada khususnya. Hal ini disebabkan karena kita kurang menyadari bahwa di belakang teori itu ialah pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di Barat, yang berbeda dengan pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di negeri kita.

Jumat, April 30, 2010

Pendekatan Efektif Dalam Proses Negosiasi

Selama ini analisis tentang proses negosiasi umumnya menggunakan 2 pendekatan utama, game theory yang juga dikenal dengan teori strategis dan behavioral negotiation theory. Dalam perkembangannya, banyak akademisi meneliti masalah-masalah yang berkaitan dengan bargaining sehingga kemudian game theory ini berkembang menjadi teori negosiasi strategis (strategic-negotiation theory) dimana strategi waktu, institusi, informasi dan komitmen menjadi hal yang menentukan di dalamnya. Dalam hal ini strategic-negotiation theory fokus pada pembandingan antara perilaku ekuilibrium dan perilaku efisiensi

Pengantar Ilmu Negosiasi

Negosiasi merupakan kosakata yang sudah sering kita dengar. Negosiasi merupakan proses yang sering sekali kita lakukan dalam hidup dan sering pula kita tidak sadar kalau kita tengah melakukan negosiasi. Untuk itu, perlu terlebih dahulu dijelaskan mengenai apa pengertian dari negosiasi berdasarkan kamus hukum dan beberapa pendapat ahli, yaitu sebagai berikut

Mind, Soul and Spirit

Tak bersayap, tak berakal...
terbang tinggi, riuh rendah, atau tenggelam...
namun tak mati...
setahuku, itu yang kau percaya!

Coretan2 Luka

Season I
1. Pada akhirnya semua akan terbiasa melaluinya,
dan kita hanya akan kembali pada satu titik yangg sejajar..

2. Setiap keberakhiran adalah awal keberadaan,
dan keberakhiran selalu ditemukan di awal keberadaan..

3.Tak ada yang abadi..
Tak ada yang kekal..
Semua keberadaan pasti akan musnah..

4.Jika semua keberadaan pasti akan musnah, maka keberadaan adalah tidak kekal dan abadi..
Bagaimana dengan pemilik keberadaan? Bukankah DIA-pun ADA.

Season II
1. Kebohongan mampu membunuh lebih cepat dari bisa ular!
Dusta membuat tangisan mengalirkan tangis yang teramat sangat deras,
dan pada akhirnya air mata akan berganti darah!

2.Lalu suatu saat kau akan membayar kebohongan itu!!!

3.Pada satu waktu...
dikehidupanku yang lain,
aku menjelma menjadi sang lain,
dan aku akan terus menerus mengejarmu,
hingga kau tak sanggup lagi untuk berlari.

4.Jika telah tiba saat itu, kau akan memohon padaku,
untuk segera membunuhmu, dengan cara yang sama!

Season III
1.Bila perlu,
akan kuminta satu tempat untuk kita berdua di neraka!
hanya kita berdua..

2.Agar kita tak mengotori surga karena dendam-dendam kita yang kini telah bernanah.

Season IV
1.Kita tahu, jalan pintas menuju surga adalah melewati neraka!

2.Karena surga adalah tujuan kita.


Sayang terbuang (lagi miskin ide untuk menulis note... hehehe)

Waria dan Posisi Dilematisnya di Masyarakat

A. Latar Belakang
Sepanjang sejarah berbagai masyarakat di Kepulauan Nusantara, konstruksi sosial gender senantiasa beraneka ragam, tidak melulu lelaki dan perempuan saja. Individu yang terlahir sebagai lelaki biologis tidak semuanya tunduk pada konstruksi gender lelaki secara sosial-budaya. Mereka memilih atau mengkonstruksi sendiri perilaku dan identitas gendernya, dan masyarakat pun dengan berbagai derajat penerimaan mengenali mereka sebagai banci (Melayu), bandhu (Madura), calabai (Bugis), kawe-kawe (Sulawesi umumnya), wandu (Jawa) dan istilah-istilah lainnya yang belum semuanya dikenali bahkan oleh para peneliti gender dan seksualitas pun

Wanita-wanita Pencuci Mobil

A. Latar Belakang
Di Indonesia perhatian terhadap peningkatan peran perempuan dalam pembangunan jelas tercantum dalam GBHN TAP MPR RI (1993 : 106) yakni perempuan sebagai warga negara maupun sebagai sumber daya insani pembangunan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam pembangunan di segala bidang. Sehubungan dengan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa wanita sebagai warga negara seperti halnya laki-laki memiliki hak dan kewajiban untuk menyukseskan jalannya pembangunan. Dengan kata lain bahwa pernyataan yang tercantum dalam GBHN 1993,

Kamis, April 15, 2010

Surat untuk Putri...

Pada suatu ketika, disore sunyi, tepat langit sedang merah merekah indah seolah-olah menyentuh dan menyekap wajahku dengan sinarnya. Aku tertegun. Sentuhannya teramat nyata, tak ada kata yang sempat keluar... Hingga kuakui aku tak ingin meninggalkan sore ini, sore yang langka, satu-satunya sore dengan senja tanpa kelabu. Mungkin... Namun sore ternyata harus meninggalkanku, perlahan-lahan. Lalu menghilang, sekejap!
Begitulah sang waktu. Meskipun indah, kita tak bisa menolak mereka akan meninggalkan kita. Mereka akan pergi. Entah kapan kita memiliki kesempatan untuk kembali bertemu dengannya... Walaupun kita terus menghujat waktu, sekasar-kasarnya, sekencang-kencangnya, mereka tak bisa mendengar... Dan pada akhirnya, tangisan hanya menjadi jawaban...

Seperti isi surat-suratku untuk putri pisces;

Mahmed:@Naz
"Langit tidak pernah bisa runtuh,
apalagi hanya karena keangkuhannya!

Tahukah kamu, dia hanya secuil cerita di hidupmu,
dia hanya anggukan kecil di ikrar lawasmu,
lalu?? tunggu apalagi??
Berlarilah!!!
Tinggalkan dia!!
eits!!! jangan pernah mencoba melambai kepadanya...
itu saja".

Naz:@Mahmed
"Benar bukan karenanya langit runtuh,
atau "karena-karena" yang kau sebutkan dulu,
tapi karena kejahatannya mengkhianatiku,
langit tak menyukai pengkhianatan,
sebab langit tercipta dari bangunan cinta dan kepercayaan...

Alangkah berdukanya dia melihat perbuatan2 tak hebat,
alangkah kecewanya dia menyaksikan kebodohan2 yang disengaja,
itu yang membuatnya tak bisa lagi bertahan menopang matahari,
itu yang membuatnya runtuh!!!
karena tak ada lagi yang bisa dipercaya...".

Mahmed;@Naz
"Lalu mengapa tak rela kau lepas??
jika kau tahu dia seperti itu??
aku percaya kau bisa...".

Naz:@Mahmed
"Sebab hanya dia yang ku punya..."

Mahmed:@Naz
"Kalian sama saja!!!".

Minggu, Maret 21, 2010

Sebuah Makalah Seksualitas

MEMPERJUANGKAN HAK ASASI MANUSIA
BERDASARKAN IDENTITAS GENDER DAN SEKSUALITAS DI INDONESIA*
Oleh Dédé Oetomo
Pendiri dan Anggota Dewan Pembina, Yayasan GAYa NUSANTARA
doetomo@gmail.com

Kompleksitas Seks, Gender dan Seksualitas: Perspektif Teoretik
Ilmu pengetahuan biomedik maupun psikososiokultural makin lama makin paham akan kerumitan dan keanekaragaman seks (biologis), (identitas dan ekspresi) gender dan seksualitas (orientasi, pilihan, ekpresi atau tindak/perilaku seksual) kita manusia. Sekarang kita tahu bahwa kita tidak hanya dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga sebagai berbagai tipe interseks, dan bahwa pembagian ketiganya pun tidak selalu rapi

Gender Identity Disorder

Gender Identity Disorder, atau dalam bahasa Indonesianya: Waria (Gangguan Identitas Gender).

Dari sudut psikologi-ilmiah, waria 'condong' digolongkan pada gangguan identitas jenis (gender identity disorders). Gangguan ini ditandai dengan adanya perasaan tidak senang terhadap jenis kelamin. Dengan begitu, ia berperilaku seperti lawan jenisnya

Kamis, Desember 24, 2009

Individualisasi dalam Pemikiran Foucault


FOUCAULT adalah fenomena zaman. Kehidupan dan pemikirannya unik dan menarik dicermati tidak hanya dalam satu perspektif. Di samping multiperspektif, dengan membaca Foucault kita juga akan mendapatkan akar pemahaman yang cukup utuh mengenai problem-problem kemanusiaan dewasa ini. Ketekunannya meneliti arsip-arsip klasik mengenai kegilaan, seks, sado-masokisme dan penjara sekaligus keterlibatannya dalam kehidupan nyata para pelaku aktivitas tersebut melahirkan pemikiran besar tentang discourse, pengetahuan, kekuasaan, dan selanjutnya individualisasi yang belum dipikirkan orang sezaman

Minggu, Oktober 18, 2009

PARADIGMA PERILAKU SOSIAL

Teori Pertukaran Sosial dan Pilihan Rasional

“Do ut des”. Saya memberi supaya engkau memberi. Asumsi dasar teori pertukaran ini, menjelaskan hubungan sosial menurut costs and rewards. Pertimbangan untung dan rugi pada teori ini, boleh dianggap memotivasi dan memodifikasi tingkah laku manusia, dalam hubungan sosialnya.

Teori ini telah disinggung oleh beberapa ahli, antara lain:
1. Durkheim (1858-1917), dalam teorinya mengenai solidaritas organis, mengandung suatu proses pertukaran. Pertumbuhan dalam pembagian pekerjaan dan tingkat spesialisasi yang semakin tinggi, mengandung suatu peningkatan dalam besarnya suatu transaksi pertukaran yang terjadi dalam masyarakat. Perilaku kerjasama ini mengandung proses pertukaran.
2. George Simmel (1858-1918), pernah menyatakan bahwa motivasi yang mendorong seseorang berkontak dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan tertentu.

Perkembangan teori pertukaran dimulai dari akarnya, yakni behaviorisme dan

Senin, Oktober 05, 2009

Puisi Etnografi; Luka Sebuah Negeri (Muhammad Junus Melalatoa)


Bu Angku,
masihkah kau huni ebe-ae yang dulu?
masihkah kau urusi wamdabu,
amanat adat atas keperempuananmu,
untuk memenuhi kewajiban upacara,
atawa membayar mahar,
manakala suami kawin lagi,
masihkah?...

Itulah yang menyebabkanku luka,
mengiringi jabatan tanganku,
kala pamitan meninggalkan Kurulu,
meninggalkan mu yang melengos tersipu...

Belakangan,

Aku orang kaya yang tidak kaya.

Kata orang, aku manusia paling beruntung,
aku terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan,
tak pernah kekurangan,
malahan mungkin lebih...

Kakekku mantan penguasa di daerahku,
ayahku pimpinan perusahaan terkemuka,
keluargaku besar dan terpandang,
saking besarnya aku tidak mampu mengenali mereka satu per satu.

Semua orang iri kepadaku,
lebih-lebih teman bermain di sekolahku,
kadang aku dijahili oleh mereka,
mainanku habis dicuri dan dihancurkan,
setelah itu aku menangis sehabis-habisnya,
dan tak ada yang mau menolongku.

Aku hanya punya satu sahabat,
yang bernasib sama denganku,
keluarganya juga besar dan terpandang,
sehingga orang-orang pun sering menjahilinya,
hanya saat bersamanya aku bisa tenang.

Suatu hari nanti,
aku ingin punya teman yang banyak,
jika perlu, aku akan membeli mereka!
dan aku tak perlu merasa kesepian lagi,
untuk apa punya uang banyak tapi tak punya teman??

Dirumah,
aku hampir tidak pernah berkomunikasi dengan orang tuaku,
ayahku seharian sibuk bekerja, kadang lembur!
ibuku hanya mengurusi arisan dengan teman-temannya,
hanya sesekali dia mengajakku ke mall untuk menemaninya berbelanja,
jika stok "casing"nya sudah harus di up-date,
kadang aku bertanya, "benarkah dia ibuku??".

Aku sudah lupa bagaimana kebahagiaan itu,
seperti apa rupanya,
baikkah dia? atau kebahagiaan itu memang tak ada,
bisa saja hanya ada di film-film.

Mengapa orang lain iri terhadapku,
justru aku yang seharusnya iri pada mereka,
mereka terlahir normal, aku tidak,
mereka lebih kaya melebihi kekayaan keluarga kami.

Selasa, September 22, 2009

Menikmati surga...

Dipelataran surgawi aku termenung,
sejenak hanya untuk singgah.. tak lama...
menatap kegemerlapan ruang-ruang maharaja,
keanggunan lantai-lantai bertabur permata,
dari hiasan kemuliaan yang tersusun elok...

Luar biasa!!!
pandai betul pemilik tempat ini,
dekorasi yang menawan disetiap mata memandang,
tak ada seni arsitektur seperti ini diduniaku...

Aku ingin bergegas pulang dan bersiap-siap,
ingin pula ku membuatnya dirumahku,
semoga secepatnya kuselesaikan perjalananku,
menuju "surga-surga" lain yang akan kucicipi keindahannya...

Kamis, September 17, 2009

Antropologi dan Puisi

Membaca Kisah Sebuah Negeri

//Bu Angku, masihkah kau huni ebe-ae yang dulu/masihkah kau urusi wamdabu/amanat adat atas keperempuananmu/untuk memenuhi kewajiban upacara/atawa membayar mahar/manakala suami kawin lagi/masihkah?//Itulah yang menyebabkanku luka/mengiringi jabatan tanganku/kala pamitan meninggalkan Kurulu/meninggalkan mu yang melengos tersipu//Belakangan—di penghujung abad ini/lagi-lagi tersiar kabar kalian tertangkar musibah lapar/ya ampun, lapar!

Scavengers


Dikerutan lingkar wajahmu, telah terbiasa terkoyak dilema hari, disana masih ada tersisa sebongkah semangat membara, meski tak setiap waktu kau bakar, nyalanya tak pernah redup, tak pernah padam, seperti api dikuil-kuil zoroaster, sampai datang sang penyelamat kehidupan, bedanya, kau tak pernah menunggu seseorang untuk menyelamatkanmu...

Jika antropologi menjadi terlalu puitis

(dari diskusi Balai Sastra Kecapi, November 2008)

Membaca beberapa puisi Afrizal Malna yang ada di tangan saya, segeralah saya teringat akan pengalaman-pengalaman mendengarkan kisah-kisah, atau membaca transkripsi tentang tuturan “primitif” yang ajaib, aneh tapi memukau. Ketegangan begitu ditampilkan dengan loncatan posisi subjek yang tidak biasa. Misalnya dengan membaca 50 Tahun Usia Kuping, subjek dapat berganti-ganti, mulai dari seorang yang melihat kuping di tembok, kuping yang melihat tembok, sampai tembok yang kemudian menyampaikan pesan tentang kuping yang ada dalam dirinya. Afrizal adalah penyair dan saya mewakili banyak orang-orang yang tidak punya kemampuan membangun sebuah syair yang baik. Dalam beberpa kesempatan penelitian di Kalimantan Barat, di suku terpencil dekat perbatasan Sarawak Indonesia

Jumat, September 04, 2009

Seputar perkaderan HUMAN FISIP Unhas

SALAM KEKERABATAN!!!

Tetek bengek perkaderan selalu mengundang segudang wacana dan fenomena menarik. Betapa tidak, terdapat berbagai macam model keharuan yang berbeda disana. Apakah tentang kesedihan, tentang air mata, tentang pengorbanan, tentang pengkhianatan, tentang kekonyolan, bahkan tentang sebuah cinta. Namun tak jarang pula tentang konflik yang ketika dibiarkan akan berlangsung panjang tanpa akhir. Entah apakah antar pengurus, antar panitia, antara panitia-pengurus, antara panitia-senior, antara pengurus-senior, bisa jadi antar senior! malahan tak jarang pula antar mahasiswa baru yang tak segan-segan mengimbas pada jalannya proses perkaderan yang tak

Mahmed Pujangga

Mata Pena Nalar selalu berkisah tentang kita, kehidupan kita, dan hanya kita...